MAKALAH
KISAH
SUKSES PENGUSAHA MUDA NICHOLAS KURNIAWAN
(Disusun
untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia yang dibimbing oleh Ibu Umrawati S,Pd)

DI
SUSUN OLEH:
A’AN
YULIAWATI
ERIKA
REZKY AMELIA
ISTIQOMAH
RAHMA PUTRI
RIZKIA
AMELIA PUTRI
XI
AK-1
SMK NEGERI
2 BALIKPAPAN
TAHUN
AJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah yang telah memudah kan
penulisan Makalah ini tentang" KISAH SUKSES PENGUSAA MUDA NICHOLAS
KURNIAWAN".
Dan saya ucapkan terima kasih kepada :
1.
Drs.
Mohammad Syarifudin, MP sebagai Kepala SMK Negeri 2 Balikpapan
2.
Bapak
Heri Bambang Santoso S,Pd selaku Kepala Program dan Pembimbing Program Keahlian
Akuntansi SMK Negeri 2 Balikpapan
3.
Ibu
Mei Eka Arianti S,Pd Selaku Wali kelas XI Akuntansi-1 SMK Negeri 2 Balikpapan
yang memberikan pengarahan di kelas dengan baik
4.
Ibu
Umrawati S,Pd yang telah mengajar dan membimbing penulisan makalah
5.
Orang
tua yang mendoakan dan memberikan fasilitas belajar
6.
Teman-teman
yang membantu dan memberikan semangat dan juga dukungan
Tentunya dalam pembuatan makalah ini, dengan segala keterbatasan,
tidak lepas dari kekurangan, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
meminimalisir kekurangan – kekurangan tersebut. Oleh karena itu, sangat di
harapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian
kata pengantar yang dapat saya sampaikan, selebihnya mohon maaf.
Balikpapan,
16 Agustus 2016
Penulis
DAFTAR ISI
COVER…………………………………………………………………………………… 1
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….. 2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….... 3
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………..... 4
1.1
LATAR
BELAKANG……………………………………………………….... 5
1.2
RUMUSAN
MASALAH……………………………………………………... 5
1.3
TUJUAN
PENULISAN……………………………………………………… 5
BAB II
ISI………………………………………………………………………………. 6
KESIMPULAN………………………………………………………………….. 10
SARAN………………………………………………………………………….. 10
DAFTAR
PUSAKA……………………………………………………………………… 11
LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………………………………… 12
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Berwirausaha
merupakan salah satu cara untuk bisa menjadi sukses. Banyak kisah sukses di
balik sepak terjang para wirausahawan yang membuat orang tertarik untuk
berkecimpung di dalamnya. Namun, pada kenyataannya untuk memulai berwirausaha
tak semudah yang dibayangkan. Banyak faktor yang harus Anda lakukan agar bisa
bertahan pada usaha yang dijalankan.
Wirausahawan
dituntut untuk tidak pantang menyerah dalam memasarkan barang dagangannya agar
tidak tenggelam dengan para pesaingnya. Selain itu, wirausahawan juga harus
jeli melihat peluang yang menjadi faktor penting saat memulai usaha.
Ada 3 hal yang
harus Anda hindari saat berwirausaha, yaitu :
1. Mudah merasa puas Saat seseorang
sudah memilih bidang apa yang akan ditekuni, biasanya dia akan mencari cara
agar produk yang dijualnya mampu mencuri perhatian konsumen. Dalam hal ini,
Anda harus memiliki keunggulan bersaing. Saat sudah unggul dalam bersaing,
biasanya pebisnis hanya memusatkan perhatian kepada usahanya, tanpa ikut
memperhatikan geliat bisnis lain yang ada di sekitarnya. Untuk mendapatkan
konsumen yang tetap, Anda harus memperhatikan bebebrapa unsur, antara lain
product, place, promotion, price, dan people. Kelima hal tersebut harus Anda
sesuikan dengan kebutuhan masyarakat.
2. Menghindari pesaing Saat
membuka bisnis, Anda harus bisa bersaing dengan para pebisnis lainnya. Untuk
itu, Anda disarankan untuk jeli dan pandai memahami pasar dan kemauan para
konsumen. Memilih produk untuk bisnis membutuhkan begitu banyak perhitungan.
Sebelum Anda memutuskan jenis barang atau jasa apa yang akan ditekuni,
ketahuilah terlebih dahulu atmosfer bisnis dari masing-masing produk.
Memilih produk yang tidak dibutuhkan pasar dalam jumlah banyak, berarti waktu
yang diperlukan untuk mengembangkan usaha semakin panjang. Berbisnis dalam
bidang yang langka membuat hati tenang karena sedikitnya pesaing. Namun, di
sisi lain, pebisnis membutuhkan kesabaran karena produk yang dijual masih asing
di telinga atau mata masyarakat. Produk yang memiliki peluang bagus untuk
dijual pasti ramai akan persaingan, namun masyarakat tidak asing lagi dan
permintaan masyarakat pun sudah jelas ada.
3. Tidak
gigih Berbagai cara sudah dilakukan tapi belum mendapatkan hasil yang
memuaskan. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya kegigihan Anda dalam
berwirausaha. Banyak pebisnis yang sekedar memiliki usaha, tapi tidak memiliki
niat untuk mengembangkannya. Jika usaha yang dilakukan tidak berkembang, maka
penjualan dan permintaan dari konsumen tidak kunjung tinggi. Padahal, Anda
sudah menawarkan produk, tempat, harga, dan faktor lain yang bagus untuk
konsumen. Penyebabnya adalah Anda kurang gigih untuk mengembangkan bisnis yang
dijalani.
Itulah 3 hal yang harus Anda hindari jika ingin menjadi
wirausahawan. Perlu Anda ingat bahwa jiwa bisnis dan keinginan untuk sukses itu
harus ditanam penuh dalam diri sebelum memulai usaha. Ada niat yang kuat dan
tidak pantang menyerah, kemungkinan besar bisnis akan berhasil nantinya.
Keberhasilan memulai usaha bukanlah keberhasilan yang sesungguhnya.
Bahkan, meskipun pada tahun-tahun pertama usaha Anda berkembang secara
cemerlang, mungkin tak akan serta merta usaha Anda sudah sukses 100%. Banyak
Perusahaan yang berkembang sangat cepat dan sistemnya belum siap menopang
hingga kemudian terjadi konflik perebutan “harta” dan akhirnya ditutup karena
perselisihan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan
beberapa permasalahan yang akan diangkat dari sosok Nicholas Kurniawan, yaitu :
1. Bagaimanakah profil Nicholas Kurniawan?
2. Bagaimana perjalanan hidup Nicholas Kurniawan
dari nol hingga sukses?
3. Apa saja fakta tentang Nicholas Kurniawan?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan Penulis mengangkat kisah tentang
Nicholas Kurniawan adalah sebagai berikut :
1. Agar kita menjadi tertarik untuk menjadi
seorang wirausaha dan mulai menanamkan sikap
kewirausahaan di dalam diri kita masing-masing sejak dini.
2. Agar sosok seorang Nicholas Kurniawan
dapat kita jadikan sebagai motivator kita di dalam membangun danmengembangkan
kewirausahaan.
BAB
II
ISI
Nicholas
Kurniawan, Lahir di keluarga sederhana dan biasa biasa saja tidak menutup
kemungkinan bagi seorang Nicholas Kurniawan untuk menjadi seorang Entrepreneur.
Di usianya yang masih belia kini ia berhasil menjadi Exportir Ikan Hias Termuda
di Indonesia yang bermula dari KASKUS. Ia termasuk anak muda yang keras kepala soal
berbisnis, karena ia selalu berusaha walau halangan menghadang.Masa kecil Nicholas tidak begitu baik, kondisi ekonomi
keluarganya terpuruk membuat keluarganya harus terlilit hutang. Bahkan tidak
jarang kedua orang tuanya bertengkar dirumah akibat masalah finansial. Ia pun
sangat sedih saat melihat keluarganya dihina dan direndahkan banyak orang
karena memiliki banyak hutang. Hal itulah yang membuat Nicholas memiliki niatan
untuk merubah nasibnya.
Beberapa
bisnis sempat dijalaninya, mulai dari asuransi, MLM, sampai makanan dan mainan pun
pernah iacoba. Namun semua bisnis itu belum berhasil, bahkan titik terendah
dalam hidupnya adalah disaat ia dinyatakan tidak naik kelas saat kelas 2 SMA.
Pada saat itu hidupnya sangat terpuruk, bahkan ia harus pindah sekolah dari SMA
unggulan idamannya
Ketika itu,
tahun 2003 -an, mulailah ia iseng menjual ikan melalui forum jual beli Kaskus.
Kala itu iamasih duduk di bangku SMA, dan mulai aktif menjual ikan hias di
situs tersebut.
Pemuda kelahiran Jakarata, 29 Januari 1993, bukanlah
seorang anak yang berada. Dia ingat betul bagaimana keluarganya yang sering
bertengkar hingga terdengar kata cerai. Semua itu terutama masalah ekonomi, dia
bahkan pernah mendapat surat teguran karena menunggak uang bulanan sekolah.
Tapi Niko masih memiliki kesadaran, dia tak mau tergoda godaan khas anak remaja
yang datang silih berganti.
Niko tidak mau
menjadikan hal negatif sebagai pelarian. Walau selalu melihat pertengkaran, ia
yakin kedua orang tuanya sangatlah menyayangi anak-anak mereka. Inilah alasan
yang menjauhkannya dari pergaulan bebas. Dia memilih bekerja membantu
meringankan beban keluarganya. Keadaan serba terbatas malah membimbing Nicholas
Kurniawan untuk mandiri.
Niko lantas
mulai memilih berusaha sendiri sebagai wirausaha. Sejak masih kelas 2 SD, di
usia 7 tahun sudah berjualan mainan untuk bisa membeli mainan baru. Dia pernah
menjual aneka baju, donat, hingga kue buatan mama saat masih duduk di bangku
SMP. Niko pernah pula ikut bisnis MLM saat SMA, tetapi seperti sudah-sudah, dia
sadar betul MLM bukan sumber baik dan gagal ditengah jalan. Sampai mengenal
Kaskus di Februari 2010!
Nicholas
mengaku hanya iseng menjual ikan therapy dari mamanya. Dia hanya merasa kurang
suka untuk ikan macam itu; lalu dijualanya ke forum Kaskus. Hal iseng tersebut
berbuah respon yang sangat baik. Otak bisnisnya memilih untuk mencari supplier
bukannya memilih untuk berhenti. Ia lalu mendapatkan bantuan seorang teman
untuk menjual ikan gura rafa lagi. Tapi, tak cukup, Niko mencari-cari lagi
hingga ke dunia maya.
Satu per- satu
supplier ikan didekatinya. Niko bergeriliya di toko- toko ikan dimanapun itu.
Caranya ada yang langsung nimbrung saja. Ada pula yang dia dekati melalui pengajuan
proposal, intinya agar dia bisa tetap berjualan. "Awalnya mereka tidak
begitu gampang percaya. Saya buat proposal, saya kirim ke 100 orang, yang
respons hanya 10. Dari 10, yang jadi belum tentu satu," ungkapnya saat
diwawancaria oleh SWA di penangkaran ikan hiasnya di kawasan Jakarta
Barat.
Lewat Kaskus,
dia mulai berjual ke berbagai fish therapy ke Mall, dari Blok M, Point Square,
Pulit Junction. Tidak ketinggalan, Niko mengaku pernah menjual ke sebuah hotel,
Hotel Alexis, beberapa rumah anggota DPR partai Demokrat dan PAN. Guna mensupport
toko ikan kecilnya ia tak ragu langsung membeli domain atau alamat situs. Niko
memulai melakukan riset kata kunci agar ikan yang dijual laris melalui mesin
pencarian Google.
Memang sulit persaingan
bisnis online, tetapi ia berhasil. Pria yang kini tengah kuliah di Jurusan
Pemasaran Prasetiya Mulya Business School ini, lantas membuat situs web untuk
bejualan di alamat www.tropicalfish-indonesia.com. Alasannya memilih nama
tersebut, karena memang agen atau penggemar ikan hias di luar negeri kerap
menggunakan kata "ikan tropis" dalam bahasa Inggris kala mencari ikan
buruannya di dunia maya.
Pembeli ikannya
ada yang lokal dan maupun luar negeri. Kepercayaan toko ikan hias mulai
diraihnya saat kualitas kiriman produk mampu memuaskan mereka. Pembayaran
lancar ke para pemasok ikan dari sejumlah penangkar di Pulau Jawa, Kalimantan,
sampai ke tanah Papua, turut melambungkan namanya. Berkat pasokan besar itulah
jumlah kliennya mulai beranak pinak.
Niko juga tak segan- segan beriklan di internet agar situsnya mudah ditemukan. Berawal dari coba-coba, dan kini bisnis ikan hiasnya kini bisa berkembang, dan bisa menghasilkan! Bahkan ikan hiasnya dikirim hampir ke banyak negara di dunia, seperti Singapura, Thailand, Taiwan, Hong Kong, serta beberapa negara Eropa seperti Yunani, Belanda dan Inggris.Pastinya ini semua bukan hasil dari proses yangg singkat. Sempat ditipu beberapa kali oleh beberapa orang tidak mengurungkan tekad nya yang kuat, demi bisa membayar kuliah di Prasetiya Mulya Business School ia pun berjuang untuk menjadi seorang exportir ikan hias.
Niko juga tak segan- segan beriklan di internet agar situsnya mudah ditemukan. Berawal dari coba-coba, dan kini bisnis ikan hiasnya kini bisa berkembang, dan bisa menghasilkan! Bahkan ikan hiasnya dikirim hampir ke banyak negara di dunia, seperti Singapura, Thailand, Taiwan, Hong Kong, serta beberapa negara Eropa seperti Yunani, Belanda dan Inggris.Pastinya ini semua bukan hasil dari proses yangg singkat. Sempat ditipu beberapa kali oleh beberapa orang tidak mengurungkan tekad nya yang kuat, demi bisa membayar kuliah di Prasetiya Mulya Business School ia pun berjuang untuk menjadi seorang exportir ikan hias.
Gagal berbisnis
Alasannya
memilih bisnis iklan hias karena memang prospeknya bagus, dan jelas. Di bisnis
ikan, Nicholas juga pernah mengalami beberapa kali kegagalan berbisnis. Dia
pernah 3x rugi besar. Duluia pernah mengambil keputusan salah, membuat
pelanggan kecewa, namun tidak berhenti berusaha. Sebagai contoh, dia pernah
mendapatkan order besar ikan hias dan gagal kirim.
Saat itu ia
mengalami kesulitan mengirim ke Medan. Pembeli membatalkan ordernya, dan rugi
besar karena tidak sanggup mencari cara. Melalui kegagalan itulah, ia menemukan
ide baru dan cara baru. Dia mencari pedagang ikan garra rufa (ikan therapy) di
sekitaran Medan sebagai supplier. Ia tinggal telpon, mengantarkan barang, dan
membayarnya. Tetapi mencari supplier bukan perkara mudah, tidak berjalan
seperti harapan.
Dia tidak bisa
mencari cepat justru tetap mencari di Jakarta. Itu semua tentang dana yang
tidak menutupi pengeluarannya. Tetapi, ia mengaku mulai berhubungan akrab
dengan penjual ikan karena masalah tersebut, dari sana dia mulai dipercaya
masalah pembayaran. Niko belajar bahwa mungkin jika bukan ada kerena keadaan
yang sulit tersebut, ia tidak akan kenal dengan penjual di Medan.
Dia tidak akan
mengenal bisnis tersebut lebih dalam seperti halnya soal pengepakan. Kelas tiga
SMA, Niko sudah mampu mengekspor ikan hias untuk pertama kali. Bisnisnya mulai
bergulir lebih pesat hingga akhirnya mampu mengirim seribu ekor ikan hias ke
berbagai negara. Berbagai jenis ikan hias, diakuinya, tersedia di toko online,
mulai ikan gara rufa, arwana, jenis ikan hias lain, serta ikan predator seperti
spatula dan aligator.
Dia memulai
bisnis ikan lain seperti arwana, pari air tawar, ikan import- seperti seperti
arapaima, acipenser, poliodon, hingga booming axolot.
Hanya masalah waktu hingga sukses itu datang
dari fokus serta ketekunan. Hingga sekarang usahanya yang kini bernaung di
bawah CV Venus Aquarium tidak hanya berpusat pada jual beli ikan, tetapi juga
merambah dekorasi akuarium hingga perawatan ikan hias. Niko mengungkapkan,
orang banyak salah sangka mengenai bisnisnya. Bisnis ini memang dianggap tidak
mampu menghasilkan uang besar.
"Orang pikir ini bisnis kecil, tidak keren. Bisnis minyak, batu bara, baru keren. Kalau bisnis ini, tidak keren. Tapi ternyata uangnya besar juga," ujarnya seraya tersenyum.
Namun, ketika ditanya omsetnya, Niko terkesan malu-malu menjawabnya. "Cukup besar, tetapi tidak enak menyebutnya. Sekitar ratusan jutalah," ujar pemuda yang kini menuliskan perjalanan usahanya dalam bentuk yang berjudul Die Hard Antrepreneur itu.
"Orang pikir ini bisnis kecil, tidak keren. Bisnis minyak, batu bara, baru keren. Kalau bisnis ini, tidak keren. Tapi ternyata uangnya besar juga," ujarnya seraya tersenyum.
Namun, ketika ditanya omsetnya, Niko terkesan malu-malu menjawabnya. "Cukup besar, tetapi tidak enak menyebutnya. Sekitar ratusan jutalah," ujar pemuda yang kini menuliskan perjalanan usahanya dalam bentuk yang berjudul Die Hard Antrepreneur itu.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1.
Tidak menjadi orang yang suka berdiam diri dan
selalu melihat peluang yang ada serta fokus menjalaninya.
2.
Pantang menyerah dalam menjadi seorang
wirausahawan. Kegagalan bukan hal yang akan menghalangi jalan menuju kesuksesan
3.
Ketidak-mampuan seseorang bukanlah penghalang
untuk tidak bisa mencapai sesuatu yang diinginkan
SARAN
1.
Kita harus terus menatap ke depan, janganlah
menatap masa lalu yang dapat menghalangi masa depan yang cerah.
2.
Kita harus memiliki sifat optimis dan pantang
menyerah dalam menjadi wirausahawan
3.
Kegagalan bukanlah segalanya, kita harus
bangkit lagi dan menyusunnya lagi
DAFTAR PUSTAKA