Onion Club - Onion Head - Onion-kun

Selasa, 16 Agustus 2016

MAKALAH

KISAH SUKSES PENGUSAHA MUDA NICHOLAS KURNIAWAN
(Disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia yang dibimbing oleh Ibu Umrawati S,Pd)

biografi nicholas kurniawan.PNG

DI SUSUN OLEH:
A’AN YULIAWATI
ERIKA REZKY AMELIA
ISTIQOMAH RAHMA PUTRI
RIZKIA AMELIA PUTRI

XI AK-1
SMK NEGERI 2 BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2016/2017



KATA PENGANTAR


Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah yang telah memudah kan penulisan Makalah ini tentang" KISAH SUKSES PENGUSAA MUDA NICHOLAS KURNIAWAN".

Dan saya ucapkan terima kasih kepada :
1.      Drs. Mohammad Syarifudin, MP sebagai Kepala SMK Negeri 2 Balikpapan
2.      Bapak Heri Bambang Santoso S,Pd selaku Kepala Program dan Pembimbing Program Keahlian Akuntansi SMK Negeri 2 Balikpapan
3.      Ibu Mei Eka Arianti S,Pd Selaku Wali kelas XI Akuntansi-1 SMK Negeri 2 Balikpapan yang memberikan pengarahan di kelas dengan baik
4.      Ibu Umrawati S,Pd yang telah mengajar dan membimbing penulisan makalah
5.      Orang tua yang mendoakan dan memberikan fasilitas belajar
6.      Teman-teman yang membantu dan memberikan semangat dan juga dukungan

Tentunya dalam pembuatan makalah ini, dengan segala keterbatasan, tidak lepas dari kekurangan, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir kekurangan – kekurangan tersebut. Oleh karena itu, sangat di harapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian kata pengantar yang dapat saya sampaikan, selebihnya mohon maaf.


                                                                                    Balikpapan, 16 Agustus 2016

                                                                                                           


Penulis





DAFTAR ISI

COVER……………………………………………………………………………………  1
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….. 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………....  3
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………….....            4
1.1  LATAR BELAKANG……………………………………………………….... 5
1.2  RUMUSAN MASALAH……………………………………………………... 5
1.3  TUJUAN PENULISAN………………………………………………………  5

BAB II ISI……………………………………………………………………………….    6

BAB III PENUTUP………………………………………………………………………   10
            KESIMPULAN…………………………………………………………………..    10
            SARAN…………………………………………………………………………..    10

DAFTAR PUSAKA………………………………………………………………………  11

LAMPIRAN-LAMPIRAN…………………………………………………………………            12







BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Berwirausaha merupakan salah satu cara untuk bisa menjadi sukses. Banyak kisah sukses di balik sepak terjang para wirausahawan yang membuat orang tertarik untuk berkecimpung di dalamnya. Namun, pada kenyataannya untuk memulai berwirausaha tak semudah yang dibayangkan. Banyak faktor yang harus Anda lakukan agar bisa bertahan pada usaha yang dijalankan.
Wirausahawan dituntut untuk tidak pantang menyerah dalam memasarkan barang dagangannya agar tidak tenggelam dengan para pesaingnya. Selain itu, wirausahawan juga harus jeli melihat peluang yang menjadi faktor penting saat memulai usaha.

Ada 3 hal yang harus Anda hindari saat berwirausaha, yaitu :

1.          Mudah merasa puas Saat seseorang sudah memilih bidang apa yang akan ditekuni, biasanya dia akan mencari cara agar produk yang dijualnya mampu mencuri perhatian konsumen. Dalam hal ini, Anda harus memiliki keunggulan bersaing. Saat sudah unggul dalam bersaing, biasanya pebisnis hanya memusatkan perhatian kepada usahanya, tanpa ikut memperhatikan geliat bisnis lain yang ada di sekitarnya. Untuk mendapatkan konsumen yang tetap, Anda harus memperhatikan bebebrapa unsur, antara lain product, place, promotion, price, dan people. Kelima hal tersebut harus Anda sesuikan dengan kebutuhan masyarakat.

2.                     Menghindari pesaing Saat membuka bisnis, Anda harus bisa bersaing dengan para pebisnis lainnya. Untuk itu, Anda disarankan untuk jeli dan pandai memahami pasar dan kemauan para konsumen. Memilih produk untuk bisnis membutuhkan begitu banyak perhitungan. Sebelum Anda memutuskan jenis barang atau jasa apa yang akan ditekuni, ketahuilah terlebih dahulu atmosfer bisnis dari masing-masing produk. Memilih produk yang tidak dibutuhkan pasar dalam jumlah banyak, berarti waktu yang diperlukan untuk mengembangkan usaha semakin panjang. Berbisnis dalam bidang yang langka membuat hati tenang karena sedikitnya pesaing. Namun, di sisi lain, pebisnis membutuhkan kesabaran karena produk yang dijual masih asing di telinga atau mata masyarakat. Produk yang memiliki peluang bagus untuk dijual pasti ramai akan persaingan, namun masyarakat tidak asing lagi dan permintaan masyarakat pun sudah jelas ada.

3.         Tidak gigih Berbagai cara sudah dilakukan tapi belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya kegigihan Anda dalam berwirausaha. Banyak pebisnis yang sekedar memiliki usaha, tapi tidak memiliki niat untuk mengembangkannya. Jika usaha yang dilakukan tidak berkembang, maka penjualan dan permintaan dari konsumen tidak kunjung tinggi. Padahal, Anda sudah menawarkan produk, tempat, harga, dan faktor lain yang bagus untuk konsumen. Penyebabnya adalah Anda kurang gigih untuk mengembangkan bisnis yang dijalani.

Itulah 3 hal yang harus Anda hindari jika ingin menjadi wirausahawan. Perlu Anda ingat bahwa jiwa bisnis dan keinginan untuk sukses itu harus ditanam penuh dalam diri sebelum memulai usaha. Ada niat yang kuat dan tidak pantang menyerah, kemungkinan besar bisnis akan berhasil nantinya.
Keberhasilan memulai usaha bukanlah keberhasilan yang sesungguhnya. Bahkan, meskipun pada tahun-tahun pertama usaha Anda berkembang secara cemerlang, mungkin tak akan serta merta usaha Anda sudah sukses 100%. Banyak Perusahaan yang berkembang sangat cepat dan sistemnya belum siap menopang hingga kemudian terjadi konflik perebutan “harta” dan akhirnya ditutup karena perselisihan.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan beberapa permasalahan yang akan diangkat dari sosok Nicholas Kurniawan, yaitu :
1.      Bagaimanakah profil Nicholas Kurniawan?
2.      Bagaimana perjalanan hidup Nicholas Kurniawan dari nol hingga sukses?
3.      Apa saja fakta tentang Nicholas Kurniawan?

1.3 Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan Penulis mengangkat kisah tentang Nicholas Kurniawan adalah sebagai berikut :
1.          Agar kita menjadi tertarik untuk menjadi seorang wirausaha dan mulai menanamkan sikap
kewirausahaan di dalam diri kita masing-masing sejak dini.
2.          Agar sosok seorang Nicholas Kurniawan  dapat kita jadikan sebagai motivator kita di dalam membangun danmengembangkan kewirausahaan.






BAB II
ISI

Nicholas Kurniawan, Lahir di keluarga sederhana dan biasa biasa saja tidak menutup kemungkinan bagi seorang Nicholas Kurniawan untuk menjadi seorang Entrepreneur. Di usianya yang masih belia kini ia berhasil menjadi Exportir Ikan Hias Termuda di Indonesia yang bermula dari KASKUS. Ia termasuk anak muda yang keras kepala soal berbisnis, karena ia selalu berusaha walau halangan menghadang.Masa kecil Nicholas tidak begitu baik, kondisi ekonomi keluarganya terpuruk membuat keluarganya harus terlilit hutang. Bahkan tidak jarang kedua orang tuanya bertengkar dirumah akibat masalah finansial. Ia pun sangat sedih saat melihat keluarganya dihina dan direndahkan banyak orang karena memiliki banyak hutang. Hal itulah yang membuat Nicholas memiliki niatan untuk merubah nasibnya.


Beberapa bisnis sempat dijalaninya, mulai dari asuransi, MLM, sampai makanan dan mainan pun pernah iacoba. Namun semua bisnis itu belum berhasil, bahkan titik terendah dalam hidupnya adalah disaat ia dinyatakan tidak naik kelas saat kelas 2 SMA. Pada saat itu hidupnya sangat terpuruk, bahkan ia harus pindah sekolah dari SMA unggulan idamannya

Ketika itu, tahun 2003 -an, mulailah ia iseng menjual ikan melalui forum jual beli Kaskus. Kala itu iamasih duduk di bangku SMA, dan mulai aktif menjual ikan hias di situs tersebut.
Pemuda kelahiran Jakarata, 29 Januari 1993, bukanlah seorang anak yang berada. Dia ingat betul bagaimana keluarganya yang sering bertengkar hingga terdengar kata cerai. Semua itu terutama masalah ekonomi, dia bahkan pernah mendapat surat teguran karena menunggak uang bulanan sekolah. Tapi Niko masih memiliki kesadaran, dia tak mau tergoda godaan khas anak remaja yang datang silih berganti.

Niko tidak mau menjadikan hal negatif sebagai pelarian. Walau selalu melihat pertengkaran, ia yakin kedua orang tuanya sangatlah menyayangi anak-anak mereka. Inilah alasan yang menjauhkannya dari pergaulan bebas. Dia memilih bekerja membantu meringankan beban keluarganya. Keadaan serba terbatas malah membimbing Nicholas Kurniawan untuk mandiri.


Niko lantas mulai memilih berusaha sendiri sebagai wirausaha. Sejak masih kelas 2 SD, di usia 7 tahun sudah berjualan mainan untuk bisa membeli mainan baru. Dia pernah menjual aneka baju, donat, hingga kue buatan mama saat masih duduk di bangku SMP. Niko pernah pula ikut bisnis MLM saat SMA, tetapi seperti sudah-sudah, dia sadar betul MLM bukan sumber baik dan gagal ditengah jalan. Sampai mengenal Kaskus di Februari 2010!

Nicholas mengaku hanya iseng menjual ikan therapy dari mamanya. Dia hanya merasa kurang suka untuk ikan macam itu; lalu dijualanya ke forum Kaskus. Hal iseng tersebut berbuah respon yang sangat baik. Otak bisnisnya memilih untuk mencari supplier bukannya memilih untuk berhenti. Ia lalu mendapatkan bantuan seorang teman untuk menjual ikan gura rafa lagi. Tapi, tak cukup, Niko mencari-cari lagi hingga ke dunia maya.

Satu per- satu supplier ikan didekatinya. Niko bergeriliya di toko- toko ikan dimanapun itu. Caranya ada yang langsung nimbrung saja. Ada pula yang dia dekati melalui pengajuan proposal, intinya agar dia bisa tetap berjualan. "Awalnya mereka tidak begitu gampang percaya. Saya buat proposal, saya kirim ke 100 orang, yang respons hanya 10. Dari 10, yang jadi belum tentu satu," ungkapnya saat diwawancaria oleh SWA di penangkaran ikan hiasnya di kawasan Jakarta Barat.

Lewat Kaskus, dia mulai berjual ke berbagai fish therapy ke Mall, dari Blok M, Point Square, Pulit Junction. Tidak ketinggalan, Niko mengaku pernah menjual ke sebuah hotel, Hotel Alexis, beberapa rumah anggota DPR partai Demokrat dan PAN. Guna mensupport toko ikan kecilnya ia tak ragu langsung membeli domain atau alamat situs. Niko memulai melakukan riset kata kunci agar ikan yang dijual laris melalui mesin pencarian Google.

Memang sulit persaingan bisnis online, tetapi ia berhasil. Pria yang kini tengah kuliah di Jurusan Pemasaran Prasetiya Mulya Business School ini, lantas membuat situs web untuk bejualan di alamat www.tropicalfish-indonesia.com. Alasannya memilih nama tersebut, karena memang agen atau penggemar ikan hias di luar negeri kerap menggunakan kata "ikan tropis" dalam bahasa Inggris kala mencari ikan buruannya di dunia maya.


Pembeli ikannya ada yang lokal dan maupun luar negeri. Kepercayaan toko ikan hias mulai diraihnya saat kualitas kiriman produk mampu memuaskan mereka. Pembayaran lancar ke para pemasok ikan dari sejumlah penangkar di Pulau Jawa, Kalimantan, sampai ke tanah Papua, turut melambungkan namanya. Berkat pasokan besar itulah jumlah kliennya mulai beranak pinak.

Niko juga tak segan- segan beriklan di internet agar situsnya mudah ditemukan. Berawal dari coba-coba, dan kini bisnis ikan hiasnya kini bisa berkembang, dan bisa menghasilkan! Bahkan ikan hiasnya dikirim hampir ke banyak negara di dunia, seperti Singapura, Thailand, Taiwan, Hong Kong, serta beberapa negara Eropa seperti Yunani, Belanda dan Inggris.Pastinya ini semua bukan hasil dari proses yangg singkat. Sempat ditipu beberapa kali oleh beberapa orang tidak mengurungkan tekad nya yang kuat, demi bisa membayar kuliah di Prasetiya Mulya Business School ia pun berjuang untuk menjadi seorang exportir ikan hias.

Gagal berbisnis

Alasannya memilih bisnis iklan hias karena memang prospeknya bagus, dan jelas. Di bisnis ikan, Nicholas juga pernah mengalami beberapa kali kegagalan berbisnis. Dia pernah 3x rugi besar. Duluia pernah mengambil keputusan salah, membuat pelanggan kecewa, namun tidak berhenti berusaha. Sebagai contoh, dia pernah mendapatkan order besar ikan hias dan gagal kirim.

Saat itu ia mengalami kesulitan mengirim ke Medan. Pembeli membatalkan ordernya, dan rugi besar karena tidak sanggup mencari cara. Melalui kegagalan itulah, ia menemukan ide baru dan cara baru. Dia mencari pedagang ikan garra rufa (ikan therapy) di sekitaran Medan sebagai supplier. Ia tinggal telpon, mengantarkan barang, dan membayarnya. Tetapi mencari supplier bukan perkara mudah, tidak berjalan seperti harapan.

Dia tidak bisa mencari cepat justru tetap mencari di Jakarta. Itu semua tentang dana yang tidak menutupi pengeluarannya. Tetapi, ia mengaku mulai berhubungan akrab dengan penjual ikan karena masalah tersebut, dari sana dia mulai dipercaya masalah pembayaran. Niko belajar bahwa mungkin jika bukan ada kerena keadaan yang sulit tersebut, ia tidak akan kenal dengan penjual di Medan.

Dia tidak akan mengenal bisnis tersebut lebih dalam seperti halnya soal pengepakan. Kelas tiga SMA, Niko sudah mampu mengekspor ikan hias untuk pertama kali. Bisnisnya mulai bergulir lebih pesat hingga akhirnya mampu mengirim seribu ekor ikan hias ke berbagai negara. Berbagai jenis ikan hias, diakuinya, tersedia di toko online, mulai ikan gara rufa, arwana, jenis ikan hias lain, serta ikan predator seperti spatula dan aligator.

Dia memulai bisnis ikan lain seperti arwana, pari air tawar, ikan import- seperti seperti arapaima, acipenser, poliodon, hingga booming axolot.
Hanya masalah waktu hingga sukses itu datang dari fokus serta ketekunan. Hingga sekarang usahanya yang kini bernaung di bawah CV Venus Aquarium tidak hanya berpusat pada jual beli ikan, tetapi juga merambah dekorasi akuarium hingga perawatan ikan hias. Niko mengungkapkan, orang banyak salah sangka mengenai bisnisnya. Bisnis ini memang dianggap tidak mampu menghasilkan uang besar.

"Orang pikir ini bisnis kecil, tidak keren. Bisnis minyak, batu bara, baru keren. Kalau bisnis ini, tidak keren. Tapi ternyata uangnya besar juga," ujarnya seraya tersenyum.
Namun, ketika ditanya omsetnya, Niko terkesan malu-malu menjawabnya. "Cukup besar, tetapi tidak enak menyebutnya. Sekitar ratusan jutalah," ujar pemuda yang kini menuliskan perjalanan usahanya dalam bentuk yang berjudul Die Hard Antrepreneur itu.





BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1.      Tidak menjadi orang yang suka berdiam diri dan selalu melihat peluang yang ada serta fokus menjalaninya.
2.      Pantang menyerah dalam menjadi seorang wirausahawan. Kegagalan bukan hal yang akan menghalangi jalan menuju kesuksesan
3.      Ketidak-mampuan seseorang bukanlah penghalang untuk tidak bisa mencapai sesuatu yang diinginkan

SARAN
1.      Kita harus terus menatap ke depan, janganlah menatap masa lalu yang dapat menghalangi masa depan yang cerah.
2.      Kita harus memiliki sifat optimis dan pantang menyerah dalam menjadi wirausahawan
3.      Kegagalan bukanlah segalanya, kita harus bangkit lagi dan menyusunnya lagi






DAFTAR PUSTAKA